Entri Populer

Archive for Maret 2015

JASA TAK TERLUPAKAN

By : Unknown



JASA TAK TERLUPAKAN


Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu... 
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku 
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

Karya Puisi Patma
Tag : ,

Ibu tercinta

By : Unknown


IBU

Ibu kau mengandung 9 bulan
sampai engkau melahirkanku dengan susah paya
engkau merawatku sampai aku tumbuh besar
engkau juga merawatku tampa pamri
dan engkau juga merawatku dengan penuh kasih sayang

Ibu kau mengajariku berjalan sampai aku bisa berjalan
engkau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa
Ibu kau bagaikan malaikatku
dikala aku sedih engkau selalu ada untuk menghiburku

Ibu.. aku juga merasa engkaulah pahlawanku
setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk membantuku
Ibu... bekerja keras
untuk menafkahiku
ibu... terima kasih atas pengorbananmu
yang engkau berikan kepada ku
Ibu...

Karya Puisi Richard Fernando Putra Bela

Tag : ,

Do'a Untuk ibuku

By : Unknown

DOA UNTUK IBU

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani

DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku

Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada

Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu

Karya Puisi Mutia Fitriyani
Tag : ,

Mau jadi TTM ku Nggak?

By : Unknown


"Mau jadi ttmku gak? Teman Tapi Menikah"

"Aku udah pernah jatuh dari jembatan..
aku udah pernah jatuh dari tangga..
Semuanya gak enak.
Tapi ada satu jatuh yang paling enak,
yaitu jatuh cinta sama kamu.."

Kutak'kan jenuh merangkai seuntai kata...
Rindu mengusik kian menggebu..
Inginku cumbui disetiap lekuk bait aksaraku..
Dalam dekapan jemari lentikku..
Menari gemulai dialtar kertas putih..
Berdansa bersama imaji nan aduhai...

Duhai Puisiku…
Biarkan seribu bintang mengulum tanya...
Rembulan berbisik lirih..
Matahari terbakar cemburu padamu.

Tag : ,

Kamu Sayang atau Tidak

By : Unknown

You Love Me Or Not

Jika Kau Sayang padaKu
Hilangkan rasa curiga
Buat aku percaya padamu
jika kau hanya sesaat
Jangan kasih harapan padaKu
dan tinggalkan aku selamanya
Biarkan aku menjalani hidupKu
Tanpa kamu di hati Ku

Sumber : My Friends
Tag : ,

Komodo Menetas, Direksi KBS Pusing

By : Unknown

SURABAYA – Keluarga besar Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali bertambah. Sebanyak 12 telur komodo menetas secara bertahap sejak 21 Februari sampai 7 Maret. Kendati disambut gembira, pertambahan satwa itu bisa menjadi masalah. Yakni, terbatasnya kandang yang dimiliki KBS.
Bayi-bayi mungil komodo tersebut lahir dari satu induk yang bertelur sejak 23 Juli 2014. Sebenarnya, ada 29 telur. Tetapi, hanya 12 butir yang bisa menetas. Rukin, penjaga komodo, menuturkan bahwa bayi-bayi komodo itu lahir dengan kondisi bagus. Tidak ada satupun yang cacat. ’’Langsung saya beri makan daging dan telur setiap Sabtu dan Rabu,’’ ujarnya saat ditemui kemarin.
Dia menjelaskan, selama sepuluh tahun dirinya bertugas, tingkat kelahiran satwa bernama latin varanus komodensis tersebut memang tinggi. Lebih dari setengah telur yang ditetaskan di ruangan khusus bisa lahir dengan selamat. ’’Saya pernah menetaskan 45 telur di antara 54 butir. Bahkan, pernah juga dari 18 telur bisa menetas 17 komodo kecil,’’ ungkapnya.
Saat ini dia juga masih menangani 17 komodo yang berusia setahun. Komodo itu ditempatkan di kandang besi di area nursery. Semestinya, komodo tersebut segera dipindah ke kandang terbuka agar sesuai dengan habitat aslinya. Selain itu, komodo yang baru berusia 10–20 hari tersebut harus segera dipindah ke kandang yang lebih besar. Saat ini mereka hanya ditempatkan di dua kandang kaca berukuran 2 x 1 meter.
Rencananya, dia memindahkan komodo itu ke kandang besi yang saat ini ditempati 17 komodo berusia setahun. ’’Setidaknya usia tiga bulan harus sudah dipindah. Kalau tidak begitu, bisa sakit dan akhirnya mati,’’ tuturnya. Namun, pemindahan komodo ke kandang yang lebih besar tersebut juga bukan perkara mudah. Sebab, saat ini sudah ada 53 komodo dewasa di kandang peraga. Mereka menempati lima kandang berukuran total 700 meter persegi.
Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Aschta Nita Boestani Tajudin mengakui, kehadiran komodo itu bisa menjadi rahmat sekaligus persoalan tersendiri bagi KBS. Sebab, tentu bayi-bayi komodo mungil tersebut perlu tempat khusus segera. ’’Sementara itu, kami memiliki keterbatasan kandang,’’ ucapnya.
Lagi-lagi persoalannya adalah aset KBS yang belum jelas. Direksi PDTS KBS tidak bisa leluasa mengutak-atik aset di atas tanah KBS sebelum status kepemilikan itu jelas. Hingga kini, pemkot pun belum memberi kejelasan soal status tersebut.
Dia menyatakan, jumlah komodo saat ini memang terlalu banyak. Idealnya, KBS hanya perlu dua pasang komodo dengan kualitas yang paling bagus. ’’Empat saja sudah cukup,’’ katanya.
Lulusan Edinburgh University, Inggris, itu mengungkapkan, dengan kondisi yang serba sulit seperti itu, direksi PDTS KBS sebenarnya ingin menghentikan dulu perkembangbiakan satwa. Sebab, populasi yang tidak terkontrol bisa berbahaya bagi kelangsungan hidup hewan-hewan tersebut. ’’Selain komodo, yang rajin beranak pinak itu bekantan dan jalak bali,’’ jelasnya.
Sementara itu, KBS mendapatkan tamu yang tidak biasa Rabu siang (18/3).Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah dan sekretarisnya, Tony Sumampau, datang ke KBS.
Kunjungan singkat itu sempat membuat direksi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS bertanya-tanya. Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PDTS KBS Fuad Hassan menyatakan bahwa kedatangan petinggi PKBSI itu cukup mendadak. Tidak ada pemberitahuan lebih dulu ke KBS. ’’Datangnya sekitar pukul 12.00. Mereka ke KBS hanya sekitar 20 menit,’’ katanya.
Fuad menuturkan, dirinya memang menemani dua petinggi PKBSI tersebut. Mereka sempat mengunjungi museum yang dibangun Rahmat Shah di dalam KBS. Tapi, museum itu hingga kini masih ditutup. Mereka juga melihat-lihat kandang kulan yang sudah dibenahi. ’’Tidak dibahas sedikit pun soal kasus satwa KBS,’’ imbuhnya.
Fuad mengungkapkan, setelah kunjungan itu, dua petinggi PKBSI tersebut menyatakan hendak rapat dengan anggota DPRD Jatim. ’’Ke KBS hanya mampir. Sebab, pukul 13.00 ada pertemuan di Dewan Jatim,’’ katanya.(jun/c17/oni)

Sumber Jawapos
Tag : ,

Lebih Nikmat Jadi Politisi, Arzeti Tak Ngartis Lagi

By : Unknown

ARZETI Bilbina, mantan model papan atas Indonesia yang kini menjadi politikus PKB, menikmati profesi barunya sebagai wakil rakyat. ’’Saya sudah tidak kangen dengan dunia artis,’’ ujarnya di kantor DPP PKB kemarin (18/3).

Perempuan yang dijagokan menjadi bacawali Surabaya dari PKB tersebut menuturkan, artis dan anggota dewan sama-sama menjadi figur publik. Memang, fokusnya berbeda. Salah satunya, dia bisa turun langsung ke masyarakat untuk mendengar keluh kesah mereka. ’’Saya bisa berkomunikasi langsung. Dulu kan sekadar akting di film,’’ terangnya.

Saking cintanya dengan pekerjaan, Arzeti menyatakan gila kerja. Dia bisa bekerja sejak pagi hingga larut malam. Sehari-hari waktunya sering dihabiskan dengan rapat dan turun ke lapangan. ’’Saya kerja hingga pukul 02.00. Bangun pukul 04.00, salat, lalu antar anak sekolah. Begitu setiap harinya,’’ jelasnya. (aph/c14/end)

Sumber : Jawapos
Tag : ,

Selamat Pagi Cintaku

By : Unknown
SELAMAT PAGI CINTAKU
 
Semoga hari ini.Hatimu secerah hari ini.Secerah matahari brsinar.Langkah yang kau tapak selalu bawa kebahagiaan.
Biarkn musim brganti.Tinggalkan kesan yang mendalam.tak mudah dilupakan dari mata jernihmu yg berkaca.
Lihat aku..Yg selau bisa bca pikiranmu.Mengisi jiwamu.menyapamu menghias hari2mu.
Lihat senyumku...Dengarkan suaraku...Akan teduhkan jiwamu.Karena aku mencintamu dengan kesungguhanku.

Karya Ressa Elia
Tag : ,

Sejarah Kediri Bag 1

By : Unknown



Nama Kediri ada yang berpendapat berasal dari kata "KEDI" yang artinya "MANDUL" atau "Wanita yang tidak berdatang bulan".Menurut kamus Jawa Kuno Wojo Wasito, 'KEDI" berarti Orang Kebiri Bidan atau Dukun. Di dalam lakon Wayang, Sang Arjuno pernah menyamar Guru Tari di Negara Wirata, bernama "KEDI WRAKANTOLO".Bila kita hubungkan dengan nama tokoh Dewi Kilisuci yang bertapa di Gua Selomangleng, "KEDI" berarti Suci atau Wadad. Disamping itu kata Kediri berasal dari kata "DIRI" yang berarti Adeg, Angdhiri, menghadiri atau menjadi Raja (bahasa Jawa Jumenengan). 


Untuk itu dapat kita baca pada prasasti "WANUA" tahun 830 saka, yang diantaranya berbunyi : " Ing Saka 706 cetra nasa danami sakla pa ka sa wara, angdhiri rake panaraban", artinya : pada tahun saka 706 atau 734 Masehi, bertahta Raja Pake Panaraban.Nama Kediri banyak terdapat pada kesusatraan Kuno yang berbahasa Jawa Kuno seperti : Kitab Samaradana, Pararaton, Negara Kertagama dan Kitab Calon Arang.Demikian pula pada beberapa prasasti yang menyebutkan nama Kediri seperti : Prasasti Ceber, berangka tahun 1109 saka yang terletak di Desa Ceker, sekarang Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo.Dalam prasasti ini menyebutkan, karena penduduk Ceker berjasa kepada Raja, maka mereka memperoleh hadiah, "Tanah Perdikan".Dalam prasasti itu tertulis "Sri Maharaja Masuk Ri Siminaninaring Bhuwi Kadiri" artinya raja telah kembali kesimanya, atau harapannya di Bhumi Kadiri.Prasasti Kamulan di Desa Kamulan Kabupaten Trenggalek yang berangkat tahun 1116 saka, tepatnya menurut Damais tanggal 31 Agustus 1194. Pada prasasti itu juga menyebutkan nama, Kediri, yang diserang oleh raja dari kerajaan sebelah timur."Aka ni satru wadwa kala sangke purnowo", sehingga raja meninggalkan istananya di Katangkatang ("tatkala nin kentar sangke kadetwan ring katang-katang deni nkir malr yatik kaprabon sri maharaja siniwi ring bhumi kadiri").Menurut bapak MM. Sukarto Kartoatmojo menyebutkan bahwa "hari jadi Kediri" muncul pertama kalinya bersumber dari tiga buah prasasti Harinjing A-B-C, namun pendapat beliau, nama Kadiri yang paling tepat dimuculkan pada ketiga prasasti. Alasannya Prasti Harinjing A tanggal 25 Maret 804 masehi, dinilai usianya lebih tua dari pada kedua prasasti B dan C, yakni tanggal 19 September 921 dan tanggal 7 Juni 1015 Masehi.Dilihat dari ketiga tanggal tersebut menyebutkan nama Kediri ditetapkan tanggal 25 Maret 804 M. 


Tatkala Bagawantabhari memperoleh anugerah tanah perdikan dari Raja Rake Layang Dyah Tulodong yang tertulis di ketiga prasasti Harinjing.Nama Kediri semula kecil lalu berkembang menjadi nama Kerajaan Panjalu yang besar dan sejarahnya terkenal hingga sekarang.Selanjutnya ditetapkan surat Keputusan Bupati Kepada Derah Tingkat II Kediri tanggal 22 Januari 1985 nomor 82 tahun 1985 tentang hari jadi Kediri, yang pasal 1 berbunyi " Tanggal 25 Maret 804 Masehi ditetapkan menjadi Hari Jadi Kediri.
 

MENGUKIR KEDIRI LEWAT TANGAN BHAGAWANTA BARI.

Mungkin saja Kediri tidak akan tampil dalam panggung sejarah, andai kata Bagawanta Bhari, seorang tokoh spiritual dari belahan Desa Culanggi, tidak mendapatkan penghargaan dari Sri Maharaja Rake Layang Dyah Tuladong. Boleh dikata, pada waktu itu bagawanta Bhari, seperti memperoleh penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha, kalau hal itu terjadi sekarang ini. Atau mungkin seperti memperoleh penghargaan Kalpataru sebagai Penyelamat Liangkungan.Memang Kiprah Bagawanta Bhari kala itu, bagaimana upaya tokok spiritual ini meyelamatkan lingkungan dari amukan banjir tahunan yang mengancam daerahnya. Ketekunannya yang tanpa pamprih inilah akhirnya menghantarkan dirinya sebagai panutan, sekaligus idola masyarakat kala itu. 


Ketika itu tidak ada istilah Parasamya atau Kalpataru, namun bagi masyarakat yang berhasil dalam ikut serta memakmurkan negara akan mendapat "Ganjaran" seperti Bagawanta Bhari, dirinya juga memperoleh ganjaran itu berupa gelar kehormatan "Wanuta Rama" (ayah yang terhormat atau Kepala Desa) dan tidak dikenakan berbagai macam pajak (Mangilaladrbyahaji) di daerah yang dikuasai Bagawanta Bhari, seperti Culanggi dan Kawasan Kabikuannya.Sementara itu daerah seperti wilayah Waruk Sambung dan Wilang, hanya dikenakan "I mas Suwarna" kepada Sri Maharaja setiap bulan "Kesanga" (Centra).

Pembebasan atas pajak itu antara lain berupa "Kring Padammaduy" (Iuran Pemadam Kebakaran), "Tapahaji erhaji" (Iuran yang berkaitan dengan air), "Tuhan Tuha dagang" (Kepala perdagangan), "Tuha hujamman" (Ketua Kelompok masyarakat), "Manghuri" (Pujangga Kraton), "Pakayungan Pakalangkang" (Iuran lumbung padi), "Pamanikan" (Iuran manik-manik, permata) dan masih banyak pajak lainnya.Kala itu juga belum ada piagam penghargaan untuknya. maka sebagai peringatan atas jasanya itu lalu dibuat prasasti sebagai "Pngeleng-eleng" (Peringatan). Prasasti itu diberi nama "HARINJING" B" yang bertahun Masehi 19 September 921 Masehi. 

Dan disebitlah "Selamat tahun saka telah lampau 843, bulan Asuji, tanggal lima belas paro terang, paringkelan Haryang, Umanis (legi). Budhawara (Hari Rabo), Naksatra (bintang) Uttara Bhadrawada, dewata ahnibudhana, yoga wrsa.Menurut penelitian dari para ahli lembaga Javanologi, Drs. M.M. Soekarton Kartoadmodjo, Kediri lahir pada Maret 804 Masehi. Sekitar tahun itulah, Kediri mulai disebut-sebut sebagai nama tempat maupun negara. Belum ada sumber resmi seperti prasasti maupun dokumen tertulis lainnya yang dapat menyebutkan, kapan sebenarnya Kediri ini benar-benar menjadi pusat dari sebuah Pemerintahan maupun sebagai mana tempat.Dari prasasti yang diketemukan kala itu, masih belum ada pemisah wilayah administratif seperti sekarang ini. Yaitu adanya Kabupaten dan Kodya Kediri, sehingga peringatan Hari Jadi Kediri yang sekarang ini masih merupakan milik dua wilayah dengan dua kepala wilayah pula.Menurut para ahli, baik Kadiri maupun Kediri sama-sama berasal dari bahasa Sansekerta, dalam etimologi "Kadiri" disebut sebagai "Kedi" yang artinya "Mandul", tidak berdatang bulan (aprodit). Dalam bahasa Jawa Kuno, "Kedi" juga mempunyai arti "Dikebiri" atau dukun. Menurut Drs. M.M. Soekarton Kartoadmodjo, nama Kediri tidak ada kaitannya dengan "Kedi" maupun tokok "Rara Kilisuci". 


Namun berasal dari kata "diri" yang berarti "adeg" (berdiri) yang mendapat awalan "Ka" yang dalam bahasa Jawa Kuno berarti "Menjadi Raja".Kediri juga dapat berarti mandiri atau berdiri tegak, berkepribadian atau berswasembada. Jadi pendapat yang mengkaitkan Kediri dengan perempuan, apalagi dengan Kedi kurang beralasan. Menurut Drs. Soepomo Poejo Soedarmo, dalam kamus Melayu, kata "Kediri" dan "Kendiri" sering menggantikan kata sendiri.Perubahan pengucapan "Kadiri" menjadi "Kediri" menurut Drs. Soepomo paling tidak ada dua gejala. Yang pertama, gejala usia tua dan gejala informalisasi. Hal ini berdasarkan pada kebiasaan dalam rumpun bahasa Austronesia sebelah barat, dimana perubahan seperti tadi sering terjadi.
Tag : ,

CONTACT PERSON

By : Unknown

Untuk menghubungi Saya sobat blogger dapat menghubungi nomer dibawah ini.
SMS 083-849-622-214 WA 085-853-366-335

Atau jika sobat blogger ingin mengunjungi blog saya yang lain
silahkan klik salah satu Judul Blog saya dibawah ini :





Puisi untuk SAHABAT di kala Ulang Tahun

By : Unknown



"Selamat Ulang Tahun Sahabat"

Detik demi detik tlah berganti menjadi jam.
Jam demi jam pun tlah berlalu menjadi hari dan bulan.
Bulan demi bulan pun tlah beralih ke tahun berikutnya.
Langkah demi langkah tlah dilalui.
Berbagai cerita indah dan menyakitkan tlah dinikmati.
Berbagai hal yang membuat tangis dan tawa juga tlah dirasakan. Semuanya pernah terjadi dan terlewati.

Hari ini..
Dimana hari yang mungkin spesial buat kamu.
Dan mungkin sebagai hari perenungan buat kamu.
Karna hari ini..
Hari dimana mengenang kelahiranmu..
Hari bertambahnya umurmu..
Tapi juga hari berkurangnya usiamu di Dunia ini..

Pastinya..
Banyak mimpi dan harapan yang tercipta..
Doa-doa dipanjatkan di hari bahagiamu.
Untuk semua hal yang lebih baik dan lebih indah.
Merubah Sifat.
Merubah Kepribadian.
Merubah Pemikiran
Merubah Semuanya menjadi lebih baik dan terbaik lagi..

Selamat ulang tahun.
Selamat hari lahir.
dan berduka untuk berkurangnya usiamu.
Hanya kata kata dan doa yang bisa tertulis dan terucap.
Buat kamu..
Iya, buat kamu yang hari ini berulang tahun.
Tag : ,

* Copyright © RedeantsPutra - Date A Live - Powered by Blogger - Design by Djogan - Edited by RIEZKY A.S. *